Sabtu, 21 Mei 2011

Struktur Produksi, Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan


Struktur produksi adalah logika proses produksi, yang menyatakan hubungan antara beberapa   pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi produk akhir, yang biasanya ditunjukkan dengan menggunakan skema. Suatu proses pembangunan ekonomi yang telah menghasilkan suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi biasanya disusul dengan perubahan mendasar dalam struktur ekonominya. Indonesia pada awal pembangunan sebagai negara agraris berubah menjadi negara semi industri. Perubahan struktur ekonomi ini dapat dilihat melalui perubahan dalam struktur produksi yaitu antara pertanian, industri, dan jasa, bagaimana perkembangan dari tahun ke tahun terhadap pembentukan PDB (Pruduk Domestik Bruto).

Suatu negara biasanya menggunakan pendapatan nasional sebagai tolak ukur untuk melihat laju pembangunan ekonomi negara tersebut. Pendapatan nasional ialah nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu perekonomian negara selama satu tahun. Pendapatan nasional menunjukkan kegiatan ekonomi yang dicapai dalam satu tahun, sedangkan pertumbuhan ekonomi ialah perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang berlaku dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ekonomi dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Pertumbuhan ekonomi = (PDBt - PDBt-1)/PDBt-1 x100%
Dengan diketahuinya pendapatan nasional untuk berbagai tahun maka dapat ditentukan pendapatan perkapita suatu negara. Pendapatan perkapita adalah pendapatan rata-rata penduduk yang nilainya didapat dengan cara membagi pendapatan nasional pada tahun dimaksud dengan jumlah penduduk pada tahun yang sama. Pendapatan perkapita dapat digunakan untuk :
§  Menentukan laju perkembangan ekonomi suatu negara.
§  Sebagai tolak ukur keberhasilan suatu negara mencapai tujuan pembangunan ekonominya.
§  Membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat dan laju pertumbuhan ekonomi berbagai negara.

Sudah merupakan fakta umum di banyak negara berkembang bahwa laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi disertai dengan tingkat kesenjangan ekonomi atau kemiskinan yang tinggi pula, hal ini disebabkan adanya ketimpangan dalam distribusi pendapatan. Pencapaian sasaran pertumbuhan dan distribusi pendapatan dan kekayaan cenderung saling meniadakan, hal ini bukan berarti tidak ada pertumbuhan tetapi pertumbuhan itu mengakibatkan kesenjangan dan sebaliknya jika kesenjangan dikurangi maka pertumbuhan akan rendah.
Keberhasilan pembangunan di Indonesia tidak hanya diukur dari peningkatan pendapatan penduduk secara agregat atau perkapita, tetapi juga dilihat dari distribusi pendapatan tersebut terhadap semua anggota masyarakat. Selain distribusi pendapatan, masalah kemiskinan juga merupakan timbul dari adanya pertumbuhan ekonomi suatu negara. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Pada umumnya kemiskinan ini dikaitkan dengan perkiraan tingkat pendapatan dan kebutuhan.

Bila diuraikan satu persatu, jumlah faktor yang dapat mempengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung tingkat kemiskinan cukup banyak mulai dari tingkat dan laju pertumbuhan output (produktivitas), tingkat upah neto, distribusi pendapatan, kesempatan kerja, jenis pekerjaan yang tersedia, inflasi, pajak dan subsidi, investasi, alokasi serta kualitas sumber daya alam, penggunaan teknologi, dan sebagainya. Pembangunan ekonomi akan dikatakan berhasil sepenuhnya apabila tingkat kesenjangan ekonomi antara kelompok masyarakat miskin dan kelompok masyarakat kaya bisa diperkecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar