Rabu, 16 Februari 2011

Pengaruh Pemerintah Untuk Mengatasi Kondisi Ekonomi


Kondisi perekonomian di Indonesia pada saat ini berada pada tahap yang cukup mengkhawatirkan, hal ini terjadi karena banyaknya masalah yang di hadapi oleh negara ini terutama masalah di bidang perekonomian. Masalah yang dihadapi pemerintah tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
a.       Masalah Ekonomi Makro
Disini akan dibahas masalah ekonomi yang dihadapi tentang keseluruhan kegiatan perekonomian, beberapa diantaranya :
·        Masalah Kemiskinan dan Pemerataan
Dilihat dari segi pendapatan nasional Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan, hal ini dikarenakan masih kurang meratanya pendapatan masyarakat. Untuk menanggulangi masalah ini pemerintah melakukan beberapa cara yaitu, program IDT (Inpres Desa Tertinggal), KUK (Kredit Usaha Kecil), KMKP (Kredit Modal Kerja Permanen) PKT (Program Kawasan Terpadu), dan program wajib belajar bagi masyarakat.
·         Krisis Nilai Tukar
Pendapatan negara yang sebagian besar berasal dari hasil Ekspor-Impor, membuat perlunya pemerintah untuk tetap menjaga nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama Amerika Serikat sebagai negara Adidaya. Pemerintah menghadapi krisis nilai tukar rupiah yang dialami belakangan ini dengan melakukan intervensi di pasar untuk menyelamatkan cadangan devisa yang semakin menyusut. Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan nilai tukar yang mengambang bebas sebagai pengganti kebijakan nilai tukar yang mengambang terkendali.
·        Masalah Utang Luar Negeri
Krisis nilai tukar yang semakin menurun belakangan ini menyebabkan sebagian besar utang luar negeri dalam sekejap nilainya mengalami pembengkakan. Untuk mengatasi ini, pemerintah melakukan penjadwalan ulang utang luar negeri dengan pihak peminjam. Pemerintah juga menggandeng lembaga-lembaga keuangan Internasional untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.
·        Masalah Inflasi
Untuk mengatasi masalah inflasi yang terjadi di negara ini, pemerintah menggunakan dua cara, yaitu :
1)      Kebijakan Moneter, yaitu segala kebijakan pemerintah di bidang moneter (keuangan) yang dilakukan melalui Bank Indonesia (bank sentral) dengan cara mengatur jumlah uang yang beredar. Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.
2)      Kebijakan Fiskal, yaitu kebijakan ekonomi  yang digunakan pemerintah untuk mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
·        Masalah Pengangguran dan Ketenaga Kerjaan
Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara ketersediaan tenaga kerja dan kesempatan kerja. Hal tersebut terjadi bukan hanya karena kesempatan kerja yang sedikit tetapi banyak orang daerah datang ke kota atau ke daerah yang memiliki lebih banyak peluang kerja. Untuk menekan angka pengangguran di negara ini, pemerintah melakukan pelatihan bagi tenaga kerja sehingga tenaga kerja memiliki keahlian sesuai dengan lapangan kerja yang tersedia, pembukaan investasi baru, terutama yang bersifat padat karya, dan pemberian informasi yang cepat mengenai lapangan pekerjaan kepada para pencari kerja.
b.      Masalah Ekonomi Mikro
Disini akan membahas masalah bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, diantaranya :
·        Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
Adanya kenaikan harga BBM menyebabkan beberapa pengusaha angkutan umum menaikkan tarifnya secara sepihak, hal ini merugikan konsumen pengguna angkutan umum. Untuk menangulanginya pemerintah bersama para asosiasi pengusaha angkutan melakukan penyesuaian tarif angkutan umum dengan menetapkan tarif resmi yang besarnya tidak merugikan kedua pihak.
·        Masalah Harga Dasar dan Harga Tinggi
Dampak dari krisis ekonomi adalah melambungnya harga barang, untuk mengatasinya pemerintah menetapkan harga dasar untuk membantu produsen dan harga tertinggi untuk membantu konsumen.
·        Masalah Monopoli
Praktik monopoli akan mengakibatkan penguasaan pasar terhadap barang atau jasa tertentu yang dihasilkan oleh satu perusahaan. Untuk menghindari hal ini, pemerintah membuat peraturan yang mengatur tentang kegiatan usaha agar menumbuhkan iklim usaha yang sehat bagi masyarakat, yaitu UU No. 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Selain masalah-masalah di atas pemerintah juga dihadapkan pada masalah bencana alam yang belakangan ini terjadi ditambah situasi politik yangg semakin tidak menentu. Hal ini membuat kondisi perekonomian semakin memburuk, maka dari itu diharapkan pemerintah dapat secara maksimal menjalakan fungsinya sebagai regulator di tengah masyarakat.
Demikian uraian mengenai pengaruh pemerintah untuk mengatasi kondisi ekonomi yang terjadi di negara ini. Semoga informasi yang saya sampaikan dapat berguna dan menjadi masukkan bagi pihak yang berwenang mengatasi masalah tersebut. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar