Senin, 11 April 2011

Bagaimanakah Strategi & Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia Dimasa yang Akan Datang


Pasti kita sering mendengar istilah perencanaan pembangunan, khususnya di bidang ekonomi. Conyers & Hills (1994) mendefinisikan “perencanaan” sebagai ”suatu proses yang bersinambungan”, yang mencakup “keputusan-keputusan atau pilihan-pilihan berbagai alternatif penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pada masa yang akan datang. Secara sederhana, pembangunan ekonomi dapat dipahami sebagai upaya melakukan perubahan yang lebih baik dari sebelumnya yang ditandai oleh membaiknya faktor-faktor produksi.

Strategi pembangunan dalam hal ini diberi batasan sebagai pemilihan atas faktor (variable) yang akan dijadikan faktor utama yang menentukan jalannya proses pertumbuhan. Strategi dan perencanaan pembangunan ekonomi indonesia di masa yang akan datang mengacu pada Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan mengamanatkan agar pembangunan wilayah Indonesia dapat dilaksanakan secara seimbang serta serasi antara dimensi pertumbuhan dengan dimensi pemerataan, antara pengembangan Kawasan Barat dengan Kawasan Timur Indonesia, serta antara kawasan perkotaan dengan kawasan perdesaan. Hal ini dimaksudkan agar kesenjangan pembangunan antar wilayah dapat segera teratasi melalui pembangunan yang terencana dengan matang, sistematis, dan bertahap.

Beberapa strategi tersebut diantaranya :
  • Mengembangkan ekonomi daerah dan nasional melalui pengembangan sektor-sektor unggulan
  • Mengembangkan keterkaitan ekonomi antar daerah melalui pengembangan sistem jaringan transportasi yang mencakup sistem jaringan jalan, rel, pelabuhan laut, dan bandar udara yang melayani pengembangan ekonomi kawasan andalan dan kota-kota, sehingga terwujud struktur ruang wilayah nasional yang utuh dan kuat dalam kerangka NKRI.
  • Mengembangkan kawasan perbatasan sebagai ”beranda depan” negara dan pintu gerbang internasional yang menganut keserasian prinsip-prinsip ekonomi (Prosperity) serta pertahanan dan keamanan (Security).
  • Kerjasama antar wilayah (antar propinsi, kabupaten maupun kota-kota pantai, antara kawasan perkotaan dengan perdesaan, serta antara kawasan hulu dan hilir) sehingga tercipta sinergi pembangunan kawasan pesisir dengan memperhatikan inisiatif, potensi dan keunggulan lokal, sekaligus reduksi potensi konflik lintas wilayah
  • Orientasi pembangunan Indonesia ke depan adalah keunggulan sebagai negara maritim. Wilayah kelautan dan pesisir beserta sumberdaya alamnya memiliki makna strategis bagi pembangunan ekonomi Indonesia,karena dapat diandalkan sebagai salah satu pilar
  • Ancaman dan peluang dari globalisasi ekonomi terhadap Indonesia yang terutama diindikasikan dengan hilangnya batas-batas negara dalam suatu proses ekonomi global. Proses ekonomi global cenderung melibatkan banyak negara sesuai dengan keunggulan kompetitifnya seperti sumberdaya manusia, sumberdaya buatan/infrastruktur, penguasaan teknologi, inovasi proses produksi dan produk, kebijakan pemerintah, keamanan, ketersediaan modal,jaringan bisnis global, kemampuan dalam pemasaran dan distribusi global.

Tantangan pembangunan Indonesia ke depan sangat berat dan berbeda dengan
yang sebelumnya. Paling tidak ada 4 (empat) tantangan yang dihadapi
Indonesia, yaitu :
a)      Otonomi daerah
b)      Pergeseran orientasi pembangunan sebagai negara maritime,
c)      Ancaman dan sekaligus peluang globalisasi, serta
d)      Kondisi objektif akibat krisis ekonomi.

Akibat yang sering terjadi dari adanya kebijakan pembangunan ekonomi nasional adalah semakin melebarnya jurang kesenjangan antar wilayah secara nasional, yaitu antara perkembangan Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang meliputi Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali dan kepulauan Nusa Tenggara, relatif jauh tertinggal dibandingkan dengan perkembangan Kawasan Barat Indonesia (KBI). Hal ini dapat terlihat dari rendahnya produktivitas pedesaan dan meningkatkan jumlah penduduk miskin, di sisi lain melimpahnya sumber daya di perkotaan tetapi tidak dapat dikelola telah menyebabkan munculnya tingkat pengangguran yang tinggi dan pekerja di sektor informal yang terus meningkat di perkotaan yang akhirnya menyebabkan rendahnya produktivitas perkotaan. Dewasa ini kita lihat perencanaan pembangunan di Indonesia didasarkan pada paradigma pembangunan nasional, kebijaksanaan pembangunan, orientasi pembangunan, kewenangan pengelolaan dana pembangunan, mekanisme penyaluran dana pembangunan, mekanisme perencanaan pembangunan, arah kebijaksanaan program pembangunan.

Demikian uraian dari saya mengenai bagaimanakah strategi dan perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang, semoga informasi yang saya berikan dapat menjadi sumber inspirasi dan berguna bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar